Curhatan Mekanik Lion Air
| Sumber : Google |
Akibat musibah yang minimpah kecelakaan yang menimpah Pesawat JT610 membuat ramai dunia maya banyak orang berasumsi bahwa penyebab kecelakaan tersebut adalah sebuah kelalaian teknisi Lion Air dalam bekerja, karna hal tersebut tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menghujat para pekerja dan perusahaan tersebut, akibat hujatan tersebut beberapa karyawan perusahaan tersebut memilih curhat melalui media sosial berikut kutipan curhatan para pekerja tersebut.
"Kerja di penerbangan, gelar berjejer, or jabatan setinggi langit gak membuat orang jadi pintar dan punya attitude."
Begitu sepenggal curhatan Rezky Dwinanda lewat akun Twitternya, @rezky_dwinanda menyikapi hujatan yang mengarah kepada teknisi Lion Air usai tragedi JT610 yang jatuh di Tanjung Kawarang, Jawa Barat. Curhatan Rezky telah dibagikan lebih dari 2.900 kali dan disukai lebih dari 1.300 warganet.
Berikut Curhat Rezky,
Kerja di penerbangan, gelar berjejer, or jabatan setinggi langit gak membuat orang jadi pintar dan punya attitude. Disaat orang lain tengah berduka, mereka sibuk menghujat dan jadi pengamat transportasi dadakan. #prayfotJT610
Rekan gue juga engineer yang onboard di pesawat itu. Ya, kami bukan Tony Stark bukan juga Superman yang bisa membuat sesuatu bekerja tanpa kesalahan. Kami juga hanya punya satu nyawa. Kami juga punya keluarga yang menunggu kami pulang dirumah. #prayforjt610
Kalian bilang Lion maskapai yang begini-begitu. Lion merawat pesawat asal-asalan karena murah, Iya Lion yang kalian sebut itu tempat kami bekerja dan kami adalah teknisi bukan penjudi yang mempertaruhkan nyawa kami sebagai taruhannya #prayforJT610
Melepas ratusan nyawa untuk terbang dan melintasi belahanbumi ini tak semudah yang kalian pikirkan. Jika memang tak layak terbang, tak ada satu pun nyawa yang pantas dikorbankan hanya dalam satu flight. #prayforJT610
Kemudian, kalian menyalahkan, menyudutkan, dan menyinggung profesi kami seakan kami manusia paling tidak bertanggung jawab? Kalian tahu nggak dalam 1 hari setidaknya ada 2 kali tanda tangan kami dibubuhkan dalam sebuah buku yang namanya log book. #prayforJT610
Dan dalam satu tanda tangan kami setidaknya ada lebih dari 100 nyawa yang kami pertangggungjawabkan. Dan dalam satu bulan lebih dari 3000 nyawa yang kami jamin keselamatannya. Dan tanpa info yang jelas kalian menghina, mencaci, dan menghujat Lion Air dan profesi para teknisinya? #prayforJT610
Tidak kah lebih baik kalian yang ada di pesawat itu dan merasakan bagaimana rasanya onboard. Yang berharap bisa kembali ke keluarga yang mereka juga rindukan? Please Indonesia, setidaknya pakailah otakmu. #prayforJT610
Hidup, mati, dan jodoh semua ditangan Tuhan. Kami para teknisi hanyalah seorang pribadi yang jauh dari kata sempurna. Tak sempurna bukan berarti tak satu pun menginginkan kejadian seperti ini? Sebab pada akhirnya semua adalah rencana Tuhan #prayforJT610
Cukup. Hentikan persepi negatif kalian hentikan asumsi negatif kalian, Dengan berkomentar tanpa dasar ilmu yang jelas tentang dunia aviasi tak akan membuat kalian terlihat pintar. Perbanyak empati serta doa, karena hanya itu yang sekarang dibutuhkan #PRAYFORJT610
Ketika Anda bekerja disebuah perusahaan, apapun serta dimanapun perusahaan itu. Percayalah kita punya tujuan yang sama, untuk menghidupi keluarga kita.
Tetapi urusan rizki, jodoh, serta mati hanya Allah yang bisa menentukan.
#PRAYFORJT610
Dari kami para Teknisi Burung Besi #PrayForJT610 #PrayForLionAir pic.twitter.com/Nz4aYIDe8F
— Rezky Dwinanda (@rezky_dwinanda) October 30, 2018
Sumber : Akurat.co
Comments
Post a Comment